Dr. Shanti Krishna Moorthy
- 5.00 (1 review)
Dokter Spesialis THT
Gleneagles Kuala Lumpur
Inggris dan Melayu
Buat Janji: 0813-1441-6950

Gleneagles Kuala Lumpur
Inggris dan Melayu
Buat Janji: 0813-1441-6950
Cerita Pasien BerobatKePenang.com
ke Dr. Shanti
-
Tan*******sil5.0
tgl 3 Jan 2025
There was a suggestion from Dr Santhi Nadarajan that was to continue with radiotherapy. However, since I am a patient of the hospital in Jakarta, she let me first consult my oncologist.
I am planning to have a repeat consultation with Dr Santhi Nadarajan at Gleneagles Kuala Lumpur for the radiotherapy after I completed my consultation with my oncologist in Jakarta. Tentative time to meet 2nd or 3 week of January.
Appreciate if I could get some assistance.
Jadwal Praktek
Senin | 10:30 - 13:00 |
---|---|
Selasa | 10:30 - 13:00 |
Rabu | 10:30 - 13:00 |
Kamis | 10:30 - 13:00 |
Catatan:
- Dokter tidak menemui pasien saat hari operasi atau sedang cuti.
- Untuk tanggal terdekat untuk buat janji, harap konfirmasi ke kami di sini.
- Dokter tidak praktek pada saat hari libur (tanggal merah).
Prosedur/Tindakan Medis
Belum ada info.
Dokter THT Lainnya di Kuala Lumpur





Dokter THT Lainnya di Kuala Lumpur
FAQ
Berikut cara cek jadwal dokter dan buat janji ketemu Dr. Shanti:
- Berikan perkiraan tanggal Anda mau berobat ke kami.
- Kami akan konfirmasi dokter ada/tidak.
- Jika dokter ada, segera buat janji ketemu dengan mengirimkan foto depan passport Anda ke Kami. Jika dokter tidak ada, Kami akan info tanggal terdekat dokter ada.
- Setelah appointment dikonfirmasi, kami akan kirimkan bukti konfirmasinya.
Biaya untuk konsultasi awal dengan Dr. Shanti umumnya berkisar antara 100 - 300 Ringgit (sekitar 350 - 1 juta rupiah), tidak termasuk biaya pemeriksaan penunjang. Informasi mengenai perkiraan biaya untuk tindakan lainnya, bisa ditanyakan di sini.
Gleneagles Kuala Lumpur: Senin s.d. Kamis jam 10:30 - 13:00.
Pastikan dulu di sini apakah dokter sedang cuti atau tidak sebelum membeli tiket pesawat.
Sebagian pasien Dr. Shanti berasal dari Indonesia, jadi dokter cukup fasih berbahasa Indonesia (setidaknya bahasa Melayu).